Senin, 26 Agustus 2019

Struktur Kontrol dalam Bahasa C++

| Senin, 26 Agustus 2019

   Pembahasan kali ini mengenai bahasa pemrograman c++, yang dimana c++ adalah salah satu bahasa pemrograman komputer yang di buat oleh Bjarne Stroustrup, perkembangan dari bahasa pemrograman sebelumnya yaitu c, yang dikembangkan di Boong Labs ( Dennis Ritchie ). Program biasanya mempunyai intruksi yang terurut saja, tetapi juga bisa terjadi percabangan / perulangan / mengambil keputusan. Untuk mengatasi itu c++ menyediakan struktur kontrol agar kasus tersebut bisa terselesaikan. Bagaimana struktur kontrol dalam c++? Simak penjelasan singkat berikut ini..


Struktur Kondisional : if dan else
Biasanya digunakan jika mengesekui sebuah / satu blok intruksi jika kondisi terpenuhi


Sintaks: if  (kondisi)  pernyataan

Kondisi adalah ekspresi yang dievaluasi. Apabila kondisi bernilai Benar, maka Pernyataan nya akan dijalankan. Jika Salah , maka Pernyataan akan di abaikan dan program akan melompat ke intruksi selanjutnya.

Contoh : Program akan mencetak X adalah 500, apabila nilai yang disimpan pada variable X adalah 500: 

if (x ==500)
   cout << ”x is 500”;

Kalau intruksi lebih dari satu, maka harus dibuat dalam blok intruksi dengan menggunakan tanda kurung kurawal seperti ini { }:

if (x==500)
{
   cout << ”x is 500”;
   cout << x;
}

Menggunakan else. Else berbeda dari if yang dimana apabila kondisi tidak terpenuhi, penulisannya digabungkan dengan if.


Sintaks : if (kondisi) pernyataan1 else pernyataan2

Contoh : Program akan mencetak X adalah 500, apabila nilai yang disimpan pada variable x adalah 500, jika tidak akan mencetak x bukan 100.

if (x == 500)
   cout << ”x is 500”;
else
   cout << “x is not 500”;

Segitu saja yang dapat saya berikan mengenai struktur control dalam bahasa C++, bila ada kata – kata yang kurang bagus, tulisan saya salah, koreksi yaa.. Terimakasih sudah berkunjung di blog saya, mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi kalian semua..

Related Posts

Tidak ada komentar: